Waspada Investasi Bodong

Dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, OJK secara proaktif memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat atas karakteristik, produk, dan layanan sektor jasa keuangan sebagai upaya pencegahan kerugian konsumen dan masyarakat.

Bentuk dan modus operandi penipuan berkedok investasi pun bermacam-macam, dengan produk yang ditawarkan bermacam-macam pula. Namun demikian, apapun jenis lembaga yang menawarkan investasi bodong dan apapun produknya, semua memiliki karakteristik yang mirip bila tidak mau dikatakan sama..

Menurut catatan Satuan tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi (Satgas waspada investasi), investasi bodong pada dasarnya memiliki empat karakteristik utama, yaitu:

  1. Return atau keuntungan yang ditawarkan sangat tinggi (bahkan seringkali tidak masuk akal) dan/atau dalam jumlah yang dipastikan;
  2. Produk investasi ditawarkan dengan janji akan dijamin dengan instrumen tertentu, seperti emas, giro, atau dijamin oleh pihak tertentu seperti pemerintah, Bank dan lain-lain;
  3. Menggunakan nama perusahaan-perusahaan besar secara tidak sah untuk meyakinkan calon investor;
  4. Dana masyarakat tidak dicatat dalam segregated account (akun atau rekening yang terpisah) agar mudah digunakan secara tidak bertanggung jawab.

Dengan mengetahui karakteristik penipuan berkedok investasi tersebut, diharapkan masyarakat terhindar dan bisa menempatkan uangnya di lembaga jasa keuangan yang sah, dan produk-produk keuangan yang telah memeroleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

TIPS MENGHINDARI INVESTASI BODONG

  1. Sebelum berinvestasi di perusahaan multi-level, cari tahu informasi mengenai perusahaan, karyawan, dan produknya.
  2. Minta salinan tertulis rencana pemasaran dan penjualan dari perusahaan.
  3. Semakin besar keuntungan yang diimingi, semakin besar risiko kerugian yang akan Anda alami.
  4. Hindari promotor yang tidak dapat menjelaskan rencana bisnis perusahaan.
  5. Cari tahu apakah ada permintaan untuk produk sejenis di pasaran.

Berikut Daftar Investasi yang tidak terdaftar dan tidak di bawah pengawasan OJK

[table id=10 /]